Selasa, 20 Mei 2014

Perbandingan INSTITUTIONAL REPOSITORY Institut Teknologi Bandung dengan Universitas Indonesia

        irrashaimase! Selamat Datang di blog saya:)  Tulisan kali ini saya ingin menjelaskan perbandingan repository dua universitas besar di Indonesia. Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang pemeringkatan repository oleh Webometrics. nah kali ini saya ingin menganalisa repository dua universitas ternama ini menggunakan situs yang sudah saya jelaskan sebelumnya.
       Nah.... bagi yang belum tau,apa sih itu repository? nih saya kasih sedikit penjelasan sederhananya,Instituional Repository atau disingkat IR, merupakan karya yang dihasilkan oleh masyarakat universitas yang berupa laporan teknis, skripsi, tesis, disertasi, bahan ajar. Dan mari kita mulai menganalisa juga membandingkan repository  ITB(http://digilib.itb.ac.id/) dengan UI (http://repository.ui.ac.id/doc/ui_ana/1)


ITB


Dapat kita lihat kalau pemeringkatan repository ITB menduduki peringkat 11 di Indonesia,sedangkan dalam peringkat dunia ITB menduduki peringkat 670. Sekarang mari kita lihat peringkat UI...

UI















     Waaaaaw ternyata UI menduduki peringkat ke 34 di Indonesia dan berada di peringkat 1596 di peringkat dunianya. Pertama-tama saya melihat S,V,R dan Sc yang ada pada masing-masing Univ.
Kita lihat bahwa

                S            V             R           Sc
ITB :        191       577           190       1247
UI   :      1155       1353        1405      1564

dapat disimpulkan menurut angka,kalkulasi UI lebih unggul,namun mengapa ITB yang menduduki peringkat diatas UI? dan ternyata setelah saya gunakan https://ahrefs.com sebagai alat penilai pihak ketiga melalui jumlah link eksternal yang dimiliki oleh suatu repository yang sudah disediakan oleh webometrics sendiri,ITB memang jauh lebih unggul. Demikian penggambarannya



Darisitulah mengapa ITB lebih unggul dari UI,dapat dikatakan IR ITB lebih sering digunakan oleh mahasiswi dan  masyarakat untuk mencari referensi thesis ataupun skripsi melalui fasilitas Digital Library ITB. Dan juga jika dilihat dari model pengaksesannya,Situs ITB lebih mudah diakses ketimbang UI,ini menjadi salah satu faktor masyarakat lebih memilih mengakses sesuatu yang simple dan cepat namun berisi daripada mengakses yang lebih lengkap isinya namun rumit untuk diakses. 

Demikian analisa dan perbandingan IR dari saya menggunakan Webometrics Repository,semoga bermanfaat bagi para pembaca. arigatou!~~




Selasa, 29 April 2014

Penjelasan Webometrics Repository

Siapa yang tidak kenal dengan pemeringkatan Universitas di seluruh dunia yang dilakukan oleh webometric, semua universitas yang ada di dunia berlomba-lomba untuk mendapatkan peringkat yang tinggi sesuai dengan kriteria penilaian webometric.
Sejak tahun 2008, Webometric menambahkan pemeringkatan untuk repositori dan tahun ini adalah genap pemeringkatan repositori ke 13. Pemeringkatan repositori ini dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari dan bulan Juli. Kriteria dari repositori ini sangat sederhana, dimana sebuah universitas memiliki sebuah domain atau subdomain dimana memiliki informasi tentang koleksi ilmiah, penelitian, dan lain-lain yang biasanya dikenal dengan institusional repositori.
Metodologi pemeringkatan dalam repositori ini menggunakan empat aspek yang dulunya digunakan oleh webometric untuk melakukan pemeringkatan universitas diseluruh dunia. Keempat aspek tersebut adalah :
  1. Size (S) adalah jumlah halaman website yang didapatkan dari search engine google.
  2. Visibility (V) adalah jumlah link eksternal yang dimiliki oleh suatu repository dilihat dari penilaian pihak ketiga, yaitu MajesticSEO dan ahrefs.
  3. Rich Files (R) adalah banyaknya jumlah file digital dengan ekstensi .pdf .doc .docx .ppt .pptx dan .ps serta .eps yang didapatkan dari search engine google.
  4. Scholar (Sc) adalah nilai yang didapatkan dari database google dalam bidang scholar