MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
Hubungan antara manusia dan kebudayaan selayak uang logam dengan dua
sisinya, artinya antara manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Tidak
akan ada kebudayan tanpa ada manusia dan manusia tidak akan pernah mencapai
puncak potensinya sebagai manusia tanpa berkebudayaan. Di dalam kebudayaan
itulah manusia dibentuk, tetapi kebudayaan juga merupakan cermin dari
perkembangan manusia pemilik kebudayaan tersebut. Proses perkembangan
kabudayaan tidak akan pernah berhenti seiring dengan terus mengalirnya
kebutuhan manusia sebagai pemilik kebudayaan tersebut yang juga tidak pernah
berhenti. Manusia dengan kemampuan akal dan budinya, terus mengembangkan
berbagai macam sistem tindakan demi memenuhi keperluan hidupnya, dan ini
diperoleh dengan cara belajar (learned behavior). Dari proses belajar itu
selanjutnya timbul apa yang dinamakan kebudayaan.
Kebudayaan menurut koentjaraningrat (1990 : 180) diartikan
sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyuarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.
Definisi ini menunjukkan bahwa hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan,
karena amat sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang
tak perlu dibiasakan dengan belajar. Tindakan manusia yang tidak perlu
dibiasakan dengan belajjar biasanya berupa tindakan naluriah, tindakan bawah
sadar, bebrapa proses fisiologi, atau tindakan membabi buta. Bahkan berbagaoi
tindakan manusia yang sifatnya naluriah yang terbawa dalam gennya bersama
kelahiranya (seperti makan, minum, atau berjalan dengan kedua kakinya) pada
akhirnya juga diubah menjadi tindakan kebudayaan. Secara naluriah menusia memang
mempunyai tindakan yang berupa makan, minum atau berjalan.